Cooking

Aku memang bukan orang yang gemar memasak, tapi setidaknya aku berusaha (mesipun sangat jarang) untuk tetap belajar memasak. Dan hari ini, setelah sekian lama, ak belajar memasak lagi. Dan menunya adalah Oseng-Oseng Jamur. Bahan dan cara memasaknya ternyata sangat sederhana, aku saja yang mungkin terlalu malas untuk belajar.haha….

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

  • Jamur ( nama jamurnya jujur aku tidak tahu, tapi yang jelas jamurnya putih)
  • Bawang merah & bawang putih ( masing-masing 3 siung)
  • Bakso (digoreng dulu)
  • Cabe hijau yang sudah dihilangkan isinya

Cara memasaknya :

  1. Rendam jamur dengan air hangat
  2. Masukkan bawang merah & putih dulu, tumis sampe harum
  3. Masukkan cabe
  4. Masukkan jamur dan tambahkan kecap. Masukkan bakso. Diamkan agar keluar airnya
  5. Setelah itu, tambahkan garam (kira-kira 1/2 sdt),gula pasir (kira-kira 1 sendok), dan tambahkan sedikit penyedap
  6. Bahan-bahan yang dimasukkan tadi, masak sampai jamurnya empuk dan matang
  7. Selesaiiii

Dan hasil akhirnya seperti ini nih, meskipun tidak bagus, tapi lumayanlah.hehe..

Untuk Seorang Kawan

Kawan,tadinya aku pikir kau adalah orang yang baik. Tadinya kupikir, segala tingkah lakumu,kelucuanmu adalah tulus untukku. Andai kau tahu kawan, aku benar-benar tulus kepadamu. Tapi semua kau bayar dengan kepalsuan. Semuanya palsu. Sejak awal kau memang hanya ingin mempermainkan aku.Bodohnya aku.
Kawan, semoga suatu hari nanti, Allah akan membukakan pintu hidayah untukmu. Semoga suatu hari nanti, kau bisa berubah, dan menjadi orang baik.

Someday

Terkadang aku merasa lelah. Lelah dengan semua yang terjadi di sekitarku. Rutinitas yang selalu sama. Grafik semangatku sering mengalami penurunan. Dan yang lebih membuatku semakin merasa lelah, adalah aku harus sering menyemangati diriku sendiri. Yang sering aku ingat dan selalu percaya, adalah bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan dan ujian di luar batas kemampuanku. Apa yang Allah berikan padaku saat ini, itu adalah yang terbaik untukku. Hanya kalimat-kalimat itulah yang membuatku tetap bertahan sampai sekarang.
Orang mungkin tak akan tahu tentang apa yang aku rasakan. Yang orang tahu adalah seorang siska yang selalu tersenyum, meskipun hati sangat perih. Sampai kapan akan merasa seperti ini? Hanya Allah yang tahu. Dan untuk kawan-kawan tercintaku,JANGAN PERNAH MENYERAH dengan keadaan.TETAP SEMANGAT meskipun hanya diri sendiri yang menjadi penyemangat kita. Just believe with “SOMEDAY”

New Hope

Finally, setelah sekian lama tak posting, hari ini mulai posting lagi (Insya Allah). My life has changed.bukannya setiap orang diharapkan juga akan berubah, tentunya menjadi lebih baik. Sangat berbeda dengan yang dulu. Pekerjaanku sekarang menuntutku untuk lebih maju lagi. Lebih pintar dari kemarin-kemarin. Dan semoga aku bisa melaksanakan amanah ini dengan baik.

Kisah Kakak Beradik

Kisah ini aku ambil dari buku “Satu Tiket ke Surga 2″  karangan Zabrina A.Bakar

David menerima sebuah mobil dari kakaknya sebagai hadiah ulang tahun. Pada suatu hari, ketika David keluar dari kantornya, dia melihat seorang anak laki-laki sedang mengagumi mobilnya.
“Ini mobil Bapak,ya?” tanya anak itu
David mengangguk.”Ini hadiah ulang tahun dari kakak saya.”
Anak itu terpana.”Maksud Bapak, kakak Bapak memberikan mobil ini kepada Bapak, dan Bapak tidak perlu membayar apa-apa?Wah,semoga aku bisa menjadi kakak seperti itu.

Biasanya kita akan berkata : “Wah, seandainya aku PUNYA kakak seperti itu”. Aku jadi berpikir, apakah aku hanya akan menjadi DAVID atau aku bisa menjadi KAKAKNYA DAVID ???

Bagaimana dengan kalian??? :P

Ironi

Ada yang aneh ketika aku naik bus beberapa hari yang lalu. Seorang pengamen, menyanyikan lagu sambil sedikit berkhotbah. Ilir-Ilir lagunya. Dia menyanyi, sejenak kemudian diselingi dengan khotbah-khotbah singkat tentang hidup.
Bukan caranya mengamen yang aneh bagiku. Yang aneh bagiku adalah, dulu aku sering melihatnya di bus, tapi bukan sebagai pengamen, sebagai seorang peminta sumbangan masjid di sebuah daerah di luar kota Semarang. Entah, apakah uang yang terkumpul itu benar-benar untuk pembangunan masjid atau bukan.Bukannya aku berburuk sangka, tapi sudah bukan rahasia lagi bukan, kalau banyak peminta sumbangan yang menyalahgunakan dana bantuan tersebut untuk kepentingannya sendiri.
Itulah ironinya, dulu mungkin dia sedikit mendapatkan uang, sehingga dia banting stir menjadi pengamen. Dulu ia berbaju koko, berpeci dan membawa kotak amal. Sekarang, ia nampak seperti pengamen-pengamen pada umumnya. Celana,kaos, dan wadah bekas bungkus permen yang ia jadikan tempat uang.
Hidup memang sulit, dan memang harus kita perjuangkan. Kalau perlu melakukan suatu perubahan untuk ke arah yang lebih baik lagi. Asal perubahan itu adalah perubahan yang baik.

Untuk Direnungkan

Sebenarnya posting  kali ini kudapatkan  dari sebuah milis. Isinya bagus sekali untuk kita jadikan renungan.

If You think you have huge tension, look at them ….

If you think you don’t have many friends,ask yourself if you have one sincere friend..as..this DOG

Friend

You think, study is a burden, how about her ???

study

(baca komplitnya)